KISI-KISI US EKONOMI
Rabu, 08 April 2015
KISI-KISI US EKONOMI
KELAS 1.
MASALAH EKONOMI MODREN
1. What
(apa)
baik individu, ataupun pemerintah pasti akan menemui masalah, "apa barang/jasa yang akan di produksi?"
2. How (bagaimana)
masalah selanjutnya adalah "bagai mana cara memproduksi barang/jasa tersebut ?". Masalah ini berkaitan dengan metode produksi.
3. Who (siapa)
nah masalah yang terakhir adalah "untuk siapa barang/jasa tersebut di produksi?".
baik individu, ataupun pemerintah pasti akan menemui masalah, "apa barang/jasa yang akan di produksi?"
2. How (bagaimana)
masalah selanjutnya adalah "bagai mana cara memproduksi barang/jasa tersebut ?". Masalah ini berkaitan dengan metode produksi.
3. Who (siapa)
nah masalah yang terakhir adalah "untuk siapa barang/jasa tersebut di produksi?".
CIRCULAR FLOW DIAGRAM

Rumus Keseimbangan Pasar :
Qd = Qs
Keterangan :
Qd : jumlah permintaan
Qs : jumlah penawaran
E : titik keseimbangan
Pe : harga keseimbangan
Qe : jumlah keseimbangan
Contoh :
Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan P = 15 – Q. Sedangkan fungsi penawarannya ditunjukkan oleh persamaan P = 3 + 0,5 Q. Berapa harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasar?
Permintaan : P = 25 – Q → Q = 15 – P
Penawaran : P = 3 + 0,5 Q → Q = -6 + 2 P
Persamaan diatas menunjukkan keseimbangan pasar Qd = Qs .
15 – P = -6 + 2 P
21 = 3 P
P = 7
Q = 15 – P
= 15 – 7
Qd = Qs
Keterangan :
Qd : jumlah permintaan
Qs : jumlah penawaran
E : titik keseimbangan
Pe : harga keseimbangan
Qe : jumlah keseimbangan
Contoh :
Fungsi permintaan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan P = 15 – Q. Sedangkan fungsi penawarannya ditunjukkan oleh persamaan P = 3 + 0,5 Q. Berapa harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasar?
Permintaan : P = 25 – Q → Q = 15 – P
Penawaran : P = 3 + 0,5 Q → Q = -6 + 2 P
Persamaan diatas menunjukkan keseimbangan pasar Qd = Qs .
15 – P = -6 + 2 P
21 = 3 P
P = 7
Q = 15 – P
= 15 – 7
Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro
Dilihat dari
|
Ekonomi Mikro
|
Ekonomi Makro
|
Harga
|
Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja)
|
Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan)
|
Unit analisis
|
Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya
permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar,
penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan
|
Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya
pendapatan nasional, pertumbu8han ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi
dan kebijakan ekonomi.
|
Tujuan analisis
|
Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya
agar dapat dicapai kombinasi yang tepat.
|
Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi
terhadap perekonomian secara keseluruhanMasalah-masalah yang dihadapi
pemerintah di bidang ekonomi
|
RUMUS MENGHITUNG PI
GNP=PDB-Pendapatan neto
NNP=GNP-PENYUSUTAN
NNI=NNP-PAJAK TAK LANGSUNG
PI=NNI+TRANSFER PAYMENT-(JAMINAN SOSIAL+PAJAK PENGHASILAN+LABA DI TAHAN)
DI=PI-PAJAK LANGSUNG
NNP=GNP-PENYUSUTAN
NNI=NNP-PAJAK TAK LANGSUNG
PI=NNI+TRANSFER PAYMENT-(JAMINAN SOSIAL+PAJAK PENGHASILAN+LABA DI TAHAN)
DI=PI-PAJAK LANGSUNG
Untuk menghitung
besarnya inflasi terlebih dahulu harus diketahui indek harga konsumen (IHK). IHK adalah ukuran
perubahan harga dari kelompok barang dan jasa yang paling banyak dikonsumsi
oleh rumah tangga dalam jangka waktu tertentu.
untuk menghitung IHK digunakan rumus :
Harga sekarang
IHK = ----------------------- x 100%
Harga pada tahun dasar
Contoh menghitung IHK :
Harga jenis barang tertentu pada tahun 2003 Rp. 50.000 dan harga pada tahun dasar Rp. 40.000, maka IHK tahun 2003 adalah...
50.000
IHK = ---------- x 100% = 125%
40.000
Rumus untuk menghitung Laju inflasi adalah :
Laju Inflasi = IHK Periode n - IHK tahun sebelumnya
Contoh soal :
IHK bulan Agustus 2009 sebesar 115,34 dan IHK pada bulan september 2009 sebesar 125,30, maka laju inflasi bulan september adalah ....
Jawab :
Laju inflasi = 125,30 - 115,34 = 9.96%
untuk menghitung IHK digunakan rumus :
Harga sekarang
IHK = ----------------------- x 100%
Harga pada tahun dasar
Contoh menghitung IHK :
Harga jenis barang tertentu pada tahun 2003 Rp. 50.000 dan harga pada tahun dasar Rp. 40.000, maka IHK tahun 2003 adalah...
50.000
IHK = ---------- x 100% = 125%
40.000
Rumus untuk menghitung Laju inflasi adalah :
Laju Inflasi = IHK Periode n - IHK tahun sebelumnya
Contoh soal :
IHK bulan Agustus 2009 sebesar 115,34 dan IHK pada bulan september 2009 sebesar 125,30, maka laju inflasi bulan september adalah ....
Jawab :
Laju inflasi = 125,30 - 115,34 = 9.96%
RUMUS
FUNGSI KONSUMSI
Dari
contoh terdahulu diketahui :
Jika pendapatan sahabatku saat menerima gaji pertamanya sebesar Rp 1.000.000,00 jumlah konsumsi sahabatku sebesar Rp 800.000.00. Setelah beberapa bulan kemudian perusahaan menggaji sahabatku sebesar Rp 2.000.000,00. Setelah menerima gaji konsumsi sahabatku menjadi Rp 1.400.000,00. dan telah dihitung besarnya MPC = 0,60
Jika pendapatan sahabatku saat menerima gaji pertamanya sebesar Rp 1.000.000,00 jumlah konsumsi sahabatku sebesar Rp 800.000.00. Setelah beberapa bulan kemudian perusahaan menggaji sahabatku sebesar Rp 2.000.000,00. Setelah menerima gaji konsumsi sahabatku menjadi Rp 1.400.000,00. dan telah dihitung besarnya MPC = 0,60
Untuk
menghitung besarnya konsumsi otonom (a) sangat sederhana
Langkahnya :
1. tulis fungsi konsumsi, yaitu C = a + b .Y
dimana a = konsumsi otonom
b = MPC
2. Masukkan nilai C, Y dan MPC ke dalam fungsi C, sehingga menjadi :
800.000 = a + 0,60 x 1.000.000
800.000 = a + 600.000
800.000 – 600.000 = a
200.000 = a
a = 200.000
Langkahnya :
1. tulis fungsi konsumsi, yaitu C = a + b .Y
dimana a = konsumsi otonom
b = MPC
2. Masukkan nilai C, Y dan MPC ke dalam fungsi C, sehingga menjadi :
800.000 = a + 0,60 x 1.000.000
800.000 = a + 600.000
800.000 – 600.000 = a
200.000 = a
a = 200.000
Bagaimana
menuliskan fungsi konsumsinya ?
Dari
hasil perhitungan di atas telah diketahui :
1. Besarnya MPC = 0,60
2. Besarnya MPS = 0,40
3. Besarnya konsumsi otonom (a) = 200.000
1. Besarnya MPC = 0,60
2. Besarnya MPS = 0,40
3. Besarnya konsumsi otonom (a) = 200.000
Maka
dari data tersebut dapat kita tuliskan fungsi konsumsinya, yaitu : C =
200.000 + 0,60Y
A.Macam-Macam
Kebijakan Moneter
Beberapa macam instrumen yang dapat
dilakukan oleh bank sentral dalam menerapkan kebijakan moneter antara lain
:
1.Politik diskonto
Diskonto adalah tingkat bunga yang harus
dibayar oleh bank umum atas pinjaman dari bank sentral. Kebijakan ini dilakukan
oleh bank sentral dengan mengubah-ubah tingkat bunga.Pengaruh politik
diskontonya yaitu apabila tingkat diskonto naik, maka ongkos meminjam dana dari
bank sentral akan naik. Hal ini akan mengurangi keinginan bank umum untuk
meminjam uang sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi. Contoh :
kebijakan diskonto yang pernah dilakukan oleh Bank Indonesia adalah menaikkan
Suku Bunga Indonesia (SBI) mencapai diatas 60% per tahun pada bulan Juli sampai
dengan September 1998. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meredam inflasi
akibat krisis moneter diakhir tahun 1997.
2.Operasi pasar terbuka (OPT)
Kebijakan ini dilakukan oleh Bank
Sentral dengan menjual atau membeli surat-surat berharga baik milik pemerintah
atau swasta. Dengan penjualan surat berharga oleh Bank Sentral, maka akan
mengurangi cadangan umum dari bank umum sehingga jumlah uang yang beredar di
masyarakat akan turun.
3.Mengubah cash ratio
Cash ratio yaitu angka perbandingan
minimum antara uang tunai yang dimiliki oleh bank umum dengan jumlah uang
giral, misalnya cek dan giro yang boleh dikeluarkan oleh bank yang
bersangkutan. Angka perbandingan tersebut adalah minimum cash ratio. Contoh
:-apabila besarnya cash ratio adalah 10% berarti untuk setiap Rp 1,00 uang
tunai yang dimiliki bank umum bank itu boleh menciptakan uang giral sebanyak
maksimum Rp 10,00.-Namun apabila pemerintah menghendaki berkurangnya jumlah
uang yang beredar, maka Bank Sentral dapat menaikkan cash ratio misalnya 20%,
hal ini berarti kemampuan bank umum dalam menciptakan uang giral maksimum hanya
Rp 5,00 dari setiap Rp 1,00 uang tunai yang dimiliki.
4.Perubahan cadangan minimum
Perubahan cadangan minimum yang dimiliki
oleh bank umum dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar.-Apabila ketentuan
cadangan minimum diturunkan, jumlah uang beredar cenderung naik -Apabila
ketentuan cadangan minimum dinaikkan,jumlah uang akan cenderung turun. Contoh :
Misalnya bank pemerintah mempunyai uang Rp100.000.000,00. Pemerintah telah
menetapkan cadangan minimum 20%, maka uang yang boleh diedarkan oleh bank
tersebut maksimum Rp80.000.000,00 ((100% – 20%) �� Rp100.000.000,00. Sehingga
cadangan yang harus ada minimum Rp20.000.000,00 dan ini merupakan persediaan
bersih pada bank tersebut.
5.Kebijakan Devaluasi dan Revaluasi
Devaluasi adalah kebijakan bank sentral
untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri (rupiah) terhadap mata uang
asing. Kebijakan ini dilakukan dengan tujuan memperbaiki neraca perdagangan dan
neraca pembayaran. Dengan devaluasi, harga barang-barang dalam negeri menjadi
lebih murah jika dibeli dengan mata uang asing, sehingga barang-barang dalam
negeri bisa bersaing dengan barang-barang luar negeri, dan bisa meningkatkan
jumlah ekspor. Jika ekspor meningkat, posisi neraca perdagangan dan neraca
pembayaran dapat diperbaiki.
Kebijakan revaluasi adalah kebijakan
bank sentral menaikkan nilai mata uang dalam negeri (rupiah) terhadap mata uang
asing. Revaluasi dilakukan bank sentral jika keadaan ekonomi sudah meningkat
dalam arti barang-barang dalam negeri sudah mampu bersaing dengan barang-barang
luar negeri.
6.Sanering
Sanering adalah kebijakan bank sentral
untuk memotong nilai mata uang dalam negeri (rupiah). Kebijakan ini dilakukan
jika negara mengalami hiperinflasi (inflasi di atas 100 %). Sanering pernah
dilakukan Indonesia pada tahun 1950 dengan memotong uang sebesar 50%. Jadi,
uang dengan nominal Rp1000,- nilainya tinggal Rp500,-. Kebijakan tahun 1950
lebih dikenal dengan istilah “Gunting Syafrudin”. Kemudian pada tahun 1965,
pemerintah kembali memotong nilai uang Rp1000,- sebanyak 99,9% sehingga
nilainya tinggal 0,1%. Dengan demikian, uang Rp1000,- nilainya tinggal Rp1,-.
7.Kebijakan kredit selektif
Diterapkannya kebijakan ini ditujukan
untuk mengawasi apakah kredit yang diberikan oleh bank umum sesuai dengan
keinginan pemerintah ataukah tidak. Misalnya : untuk mendukung kredit ekspor.
8.Menarik atau memusnahkan uang lama
Menarik atau memusnahkan uang lama dilakukan bank sentral dalam rangka
mengurangi jumlah uang beredar. Dulu kita masih menggunakan uang logam Rp5,- ;
Rp10,- dan uang kertas Rp100,- merah. Sekarang, kita sudah tidak menemui
(menggunakan) uang-uang tersebut karena bank sentral telah menariknya dari
peredaran. Penarikan tersebut selain untuk mengurangi jumlah uang beredar juga
untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Uang Rp5,- ditarik karena sudah
tidak berfungsi lagi di masyarakat, sudah tidak ada satu pun barang yang bisa
dibeli dengan uang sebesar itu.
PERTUMBUHAN EKONOMI
A. Pengertian pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan pendapatan atau produksi nasinal
dalam satu Negara dari tahun ke tahun.
B. Perbedaan pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi
1. Pertumbuhan ekonomi
· Hanya menekankan pada kenaikan PDB
· Tidak memperhatikan apakah kenaikan persentase PDB
lebih besar atau lebih kecil dibanding dengan kenaikan jumlah penduduk.
· Tidak memerhatikan apakah kenaikan PDB diikuti atau tidak
oleh perubahan ekonomi dan kemajuan IPTEK.
rumus
caranya R(t - 1,t) PDBt - PDBt -1 x 100
PDB t - 1
ket: r = tingkat pertumbuhan ekonomi
PDBt = pendapatan nasional pada 1 tahun (sekarang)
PDBt = pendapatan nasional pada 1 tahun (sebelemnya0
contoh :
PDB tahun 2008 = 467 t
PDB tahun 2007 = 420 t
dit : pertumbuhan ekonomi tahun 2008
jawab :g = 467 - 420 x 100 = 11.9 %
420
jadi pertumbuhan ekonomi 2008 adalah 11.9 %
PDB t - 1
ket: r = tingkat pertumbuhan ekonomi
PDBt = pendapatan nasional pada 1 tahun (sekarang)
PDBt = pendapatan nasional pada 1 tahun (sebelemnya0
contoh :
PDB tahun 2008 = 467 t
PDB tahun 2007 = 420 t
dit : pertumbuhan ekonomi tahun 2008
jawab :g = 467 - 420 x 100 = 11.9 %
420
jadi pertumbuhan ekonomi 2008 adalah 11.9 %
. Tujuan penyusunan APBN
Pada dasarnya tujuan dari penyusunan APBN ialah sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran negara dalam melaksanakan tugas kenegaraan untuk meningkatkan produksi, memberi kesempatan kerja, dan menumbuhkan perekonomian, untuk mencapai kemakmuran masyarakat. Selain itu, penyusunan APBN juga memiliki tujuan untuk:
1. meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah
kepada DPR dan masyarakat luas;
2. meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah;
3. membantu pemerintah mencapai tujuan fiskal;
4. memungkinan pemerintah memenuhi prioritas belanja;
5. membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan.
Pada dasarnya tujuan dari penyusunan APBN ialah sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran negara dalam melaksanakan tugas kenegaraan untuk meningkatkan produksi, memberi kesempatan kerja, dan menumbuhkan perekonomian, untuk mencapai kemakmuran masyarakat. Selain itu, penyusunan APBN juga memiliki tujuan untuk:
1. meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah
kepada DPR dan masyarakat luas;
2. meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah;
3. membantu pemerintah mencapai tujuan fiskal;
4. memungkinan pemerintah memenuhi prioritas belanja;
5. membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan.
MENGHITUNG
PPH
Rajib bekerja pada PT Jadul sebagai pegawai
tetap sejak 1 September 20xx. Rajib menikah tetapi belum punya anak. Gaji
sebulan adalah sebesar Rp8.000.000,00 dan iuran pensiun yang dibayar tiap bulan
sebesar Rp150.000,00. Hitung PPh 21 untuk bulan September 20xx!
Pembahasan
Penghitungan PPh Pasal 21 tahun 20xx adalah sebagai berikut:
Pembahasan
Penghitungan PPh Pasal 21 tahun 20xx adalah sebagai berikut:
Gaji sebulan
|
Rp 8.000.000,00
|
|
Pengurangan:
|
||
1. Biaya Jabatan 5% x
Rp8.000.000,00
|
Rp 400.000,00
|
|
2. luran Pensiun
|
Rp 150.000,00(+)
|
|
Rp 550.000,00(-)
|
||
Penghasilan neto sebulan
|
Rp 7.450.000,00
|
|
Penghasilan neto setahun 4 x
Rp7.450.000,00
|
Rp 29.800.000,00
|
|
PTKP setahun (TK/0)
|
||
- untuk WP sendiri
|
Rp 24.300.000,00
|
|
- tambahan karena menikah
|
Rp 2.025.000,00(+)
|
|
Rp 26.325.000,00(-)
|
||
Penghasilan Kena Pajak setahun
|
Rp 3.475.000,00
|
|
PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp3.475.000,00 = Rp 173.750,00
PPh Pasal 21 bulan September Rp173.750,00 : 4 = Rp 43.438,00
MANFAAT
PASAR MODAL
1.
Dapat menghipun dana-dana yang berasal dari masyarakat untuk memperluas usaha
dan membuka proyek-proyek baru
2. Memperluas
lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran
3.
Dapat menungkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat
4.
Perusahaan yang manawarkan efek kepada masyarakat memiliki ketergantungan yang
rendah pada bank
5.
Waktu dalam menggunakan dana masyarakat lebih lua
6.
Bila dilaksnakan sesuai ketentuan dan didukung oleh semua pihak terkait,
kemampuan manajemen pasar modal akan terus meningkat.
7.
Pemegang saham maupun obligasi sama-sama emperoleh keuntungan baik berupa
deviden maupun bunga.
8.
investor lebih mudah berpindah dari sebuah perusahaan ke perusahaan yang
deviden atau bunganya lebih tinggi.
9.
Investor turut serta dalam kegiatan perusahaan melalui rapat umum pemegang
saham.
10.
Pasar modal turut serta meningkatkan kegiatan pembangunan ekonomi.
RUMUS VALUTA ASING
Contoh Soal :
Di suatu bank tertulis nilai kurs valuta asing sebagai
berikut :
Kurs Beli : US$ = Rp 9.300,00
Kurs Jual : US$ = Rp 9.345,00
Jika Tuan Dani mempunyai uang Rp 12.148.500,00 dan dia
ingin menukarkan uang rupiahnya ke dolar Amerika, berapa dolar yang akan
diterima Tuan Dani ?
Pada saat yang sama Mr. Zlatan ingin menukarkan dolar
sebanyak US$ 4.300 ke dalam rupiah. Maka berapa rupiah uang yang diterima Mr.
Zlatan ?
Jawab :
1) Tuan
Dani akan membeli dolar, berarti yang dipakai adalah Kurs Jual. Jadi
perhitungannya adalah:
Rp 12.148.500,00 x
US$ 1 = US$ 1.300
Rp 9.345,00
Jadi Tuan Dani menerima uang sebanyak US$
1.300
2) Mr.
Zlatan akan menjual dolar, maka kurs yang dipakai adalah Kurs Beli. Jadi
perhitungannya
adalah :
US$ 4.300 X Rp 9.300,00 = Rp 39.990.000,00
Jadi Mr. Zlatan menerima uang sebanyak Rp
39.990.000,00
CARA PERHITUNGAN LABA
·
LABA KOTOR
·
Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok
·
LABA USAHA
·
Laba Usaha = Laba Kotor – Beban Usaha
·
LABA SEBELUM PAJAK
·
LSB = Laba Usaha + (Pendapatan Non Usaha –
Beban Non Usaha)
·
LABA BERSIH
·
Laba Bersih = Laba Sebelum Pajak – Pajak (15%)
Langganan:
Postingan (Atom)
